Pernah dengar nama Gunung Tandikek atau Tandikat? Mungkin sebagian pembaca pernah mendengar nama gunung ini. Lalu timbul pertanyaan lagi, apakah pernah mendaki gunung ini? Sama dengan jawaban diatas, mungkin sebagian sudah pernah mendakinya.
Gunung Tandikek terletak di 3 kabupaten yaitu Kab. Agam, Kab. Padang Pariaman dan Kab. Tanah Datar, Sumatera Barat.
Kali ini saya ingin bercerita tentang pendakian ke G. Tandikek beserta teman-teman baru yang dikenal lewat whatsapp dan facebook bahkan kenal di tempat pada tanggal 27-28 April 2019.
Peralatan pendakian yang saya bawa kali ini adalah sebuah tenda muat 2 orang, 1 sleeping bag, 2 matras, 2 sendok, 2 senter kepala, 1 cangkir, 1 cooking set, 1 tabung gas kecil tanpa kompor dan 1 flysheet. Peralatan pendakian sangat penting bagi saya dan tentunya setiap pendaki juga berfikir seperti saya.
Titik kumpul pendakian ini di Pasar Koto Baru, Kec. X Koto, Kab. Tanah Datar. Setelah berkumpul semuanya sebanyak 14 orang, 1 perempuan dan 13 laki-laki kami berangkat menggunakan sepeda motor menuju Pos Pendakian Tandikek yang terletak di Jorong Gantiang memakan waktu sekitar 30 menit. Waktu masih di rumah saya menyangka sekitar 8 orang yang akan nanjak ke G. Tandikek. Ini adalah sebuah kejutan sebagai ganti kekecewaan terlambatnya pendakian.
Bagaimana pembaca? Sering mengalami molornya waktu dari yang direncanakan? Kata orang managemen perjalanan perlu dipelajari agar sebuah perjalanan lancar. Hidup memang harus terus belajar.
Lupa nyatat, sekitar jam 14:45 pendakian dimulai. Oh ya hampir lupa, tadi setelah mendaftarkan diri di pos kami diminta oleh penjaga pos pendakian untuk membawa turun sampah selama pendakian. Yap, pendaki memang harus menjaga kebersihan gunung. Setuju?
Di pos kami membayar simaksi Rp. 10.000/orang dan Rp. 10.000/motor. kami bayar perpribadi karena tidak punya sponsor, he he.
Perjalanan diawali dengan jalan yang relativ datar dan menyusuri irigasi yang memakan waktu sekitar 2 jam perjalanan. Kemudian sampai di sebuah sungai kami istirahat sekitar 30 menit. Kemudian perjalanan dilanjutkan lagi dengan kontur tanah yang mulai menanjak sesekali ada sedikit menurun, bonus bagi yang letih. Waktu kami mau berangkat dari sungai ada 4 pendaki lain yang baru sampai dan mau istirihat juga disini.
Sekitar jam 18:20 kami istirahat lagi sambil makan malam. Persediaan air minum sudah menipis. Karena saat nanjak ini banyak yang kehausan dan sering minum sedangkan bekal air sedikit. Ini salah satu yang kurang kami antisipasi . Saya pribadi membawa air mineral ukuran 450 ml dua botol. Satu botol di dalam ransel satu botol lagi disematkan di saku samping ransel.
Jam 21:30 kami sampai di Rambu 25 (R-25). Tempat ini merupakan area camp dan sumber air. 4 orang dari kami memutuskan untuk nge-camp disini. Sedangkan yang lain termasuk saya berencana ngecamp di R-28. Oh ya sebelum kami tiba di R-25 sudah ada 3 tenda pendaki lain yang terpasang.
Jam 22:10 kami sampai di R-28 . Di dalam gelap diterangi oleh senter kami mendirikan tenda kemudian masak setelah masak makan dan minum. Kemudian satu per satu kami mulai tertidur.
Esok paginya kami bangun dengan diiringi kicau burung yang riuh. Hmm, suasana alam yang damai dan asri. Ada yang mengambil air di bawah, sekitar 15 menit pergi pulang, ada yang memasak nasi dan ada juga yang membuat minuman kopi manis.
Setelah semuanya beres kami lanjutkan pendakian menuju puncak. Jumlah kami 10 orang tanpa menunggu teman 4 orang lagi yang ngecamp di R-25. Sampai di puncak atau lebih tepatnya di bibir kawah sebelah timur dengan cuaca yang cerah bikin hati begitu senang. Terlihat dari wajah-wajah ceria teman semuanya. Maklum, pertama kali ke G. Tandikek langsung dapat cuaca cerah. Para pembaca pasti bisa menduga apa kegiatan kami selanjutnya. Ayo coba terka! Yap, betul, kami berpoto ria sambil menikmati pemandangan yang bagus. Di depan kami ada kawah yang dalam dengan sedikit mengeluarkan asap belerang disisi kawah sebelah utara. Setelah puas berpoto disini saya mengajak teman untuk berpindah tempat ke area camp yang tidak jauh letak nya dari tempat ini. Sebagian teman belum mau beranjak dari tempat semula. He he, terpukau kah atau merasa sudah cukup sampai disini sudah terpuaskan batinnya. Yang ikut bergeser ke lokasi camp dapat memandang kearah timur dengan latar G. Marapi yang menjulang tinggi di seberang sana.
Setelah puas berpoto disini saya mengajak teman-teman untuk turun ke kawah. Akhirnya hanya kami berempat saja yang turun. Oh ya, dari area camp dan jalan turun ke kawah kami menemukan Bunga Edelweis. Sungguh saya merasa gembira menemukan bunga ini dan tidak lupa untuk mengabadikan menggunakan kamera hp teman. Setelah kami lanjut turun ke kawah. Di dasar kawah ada genangan air yang jernih dan sejuk. Wow, betapa nyamannya berjalan disini. Genangan air setinggi lutut paling tinggi ini kami nikmati dengan cara berjalan dan mainkan airnya seperti masa kecil dulu. Lalu kami menuju goa yang terletak di dasar kawah sebelah barat. Enggak lama disini karena aroma belerang yang pekat. Kembali kami bermain air sambil berjalan ke arah kami turun tadi. Karena 6 teman menunggu diatas kami segera keatas dan lanjut lagi turun ke tenda yang kami tinggalkan di R-28. Dan memasak untuk makan siang. Saat kami turun hampir sampai ke tenda kami berpapasan dengan 4 teman yang ngecamp di R-25.
Di R-28 kami makan, minum kopi dan istirahat cukup lama. Lalu berkemas dan turun sekitar jam 4 sore. Bahkan kami turun bersama kembali dengan 4 teman yang ternyata hanya sebentar di puncak tanpa masuk ke kawah. Di R-25 mereka istirahat dan mau masak. Karena kami telah makan dan cukup istirahat kami pamit untuk lebih dulu kembali ke posko. Mereka menyilahkan kami duluan turun.
Dalam perjalanan turun kami kemalaman lagi. Sementara senter ada yang semakin redup. Beberapa teman ada juga yang tidak membawa senter. Singkat cerita, sekitar jam 19:06 kami sampai di sungai dan membersihkan kaki, sandal dan sepatu ala kadarnya. Dan sampai di pos sekitar jam 20:15. Cari warung untuk minum dan makan kue / roti seadanya. Setelah puas puas kami lanjut pulang. Ada yang ke Padang, namanya Fadli, ada yang ke tempat kost di Kubang Putih, dan paling banyak ke Maninjau.
Perpisahan dimalam hari, begitulah akhir ceritanya.
Bagaimana pembaca? Sering mengalami molornya waktu dari yang direncanakan? Kata orang managemen perjalanan perlu dipelajari agar sebuah perjalanan lancar. Hidup memang harus terus belajar.
Lupa nyatat, sekitar jam 14:45 pendakian dimulai. Oh ya hampir lupa, tadi setelah mendaftarkan diri di pos kami diminta oleh penjaga pos pendakian untuk membawa turun sampah selama pendakian. Yap, pendaki memang harus menjaga kebersihan gunung. Setuju?
Di pos kami membayar simaksi Rp. 10.000/orang dan Rp. 10.000/motor. kami bayar perpribadi karena tidak punya sponsor, he he.
Perjalanan diawali dengan jalan yang relativ datar dan menyusuri irigasi yang memakan waktu sekitar 2 jam perjalanan. Kemudian sampai di sebuah sungai kami istirahat sekitar 30 menit. Kemudian perjalanan dilanjutkan lagi dengan kontur tanah yang mulai menanjak sesekali ada sedikit menurun, bonus bagi yang letih. Waktu kami mau berangkat dari sungai ada 4 pendaki lain yang baru sampai dan mau istirihat juga disini.
Sekitar jam 18:20 kami istirahat lagi sambil makan malam. Persediaan air minum sudah menipis. Karena saat nanjak ini banyak yang kehausan dan sering minum sedangkan bekal air sedikit. Ini salah satu yang kurang kami antisipasi . Saya pribadi membawa air mineral ukuran 450 ml dua botol. Satu botol di dalam ransel satu botol lagi disematkan di saku samping ransel.
Jam 21:30 kami sampai di Rambu 25 (R-25). Tempat ini merupakan area camp dan sumber air. 4 orang dari kami memutuskan untuk nge-camp disini. Sedangkan yang lain termasuk saya berencana ngecamp di R-28. Oh ya sebelum kami tiba di R-25 sudah ada 3 tenda pendaki lain yang terpasang.
Jam 22:10 kami sampai di R-28 . Di dalam gelap diterangi oleh senter kami mendirikan tenda kemudian masak setelah masak makan dan minum. Kemudian satu per satu kami mulai tertidur.
Esok paginya kami bangun dengan diiringi kicau burung yang riuh. Hmm, suasana alam yang damai dan asri. Ada yang mengambil air di bawah, sekitar 15 menit pergi pulang, ada yang memasak nasi dan ada juga yang membuat minuman kopi manis.
Setelah semuanya beres kami lanjutkan pendakian menuju puncak. Jumlah kami 10 orang tanpa menunggu teman 4 orang lagi yang ngecamp di R-25. Sampai di puncak atau lebih tepatnya di bibir kawah sebelah timur dengan cuaca yang cerah bikin hati begitu senang. Terlihat dari wajah-wajah ceria teman semuanya. Maklum, pertama kali ke G. Tandikek langsung dapat cuaca cerah. Para pembaca pasti bisa menduga apa kegiatan kami selanjutnya. Ayo coba terka! Yap, betul, kami berpoto ria sambil menikmati pemandangan yang bagus. Di depan kami ada kawah yang dalam dengan sedikit mengeluarkan asap belerang disisi kawah sebelah utara. Setelah puas berpoto disini saya mengajak teman untuk berpindah tempat ke area camp yang tidak jauh letak nya dari tempat ini. Sebagian teman belum mau beranjak dari tempat semula. He he, terpukau kah atau merasa sudah cukup sampai disini sudah terpuaskan batinnya. Yang ikut bergeser ke lokasi camp dapat memandang kearah timur dengan latar G. Marapi yang menjulang tinggi di seberang sana.
Setelah puas berpoto disini saya mengajak teman-teman untuk turun ke kawah. Akhirnya hanya kami berempat saja yang turun. Oh ya, dari area camp dan jalan turun ke kawah kami menemukan Bunga Edelweis. Sungguh saya merasa gembira menemukan bunga ini dan tidak lupa untuk mengabadikan menggunakan kamera hp teman. Setelah kami lanjut turun ke kawah. Di dasar kawah ada genangan air yang jernih dan sejuk. Wow, betapa nyamannya berjalan disini. Genangan air setinggi lutut paling tinggi ini kami nikmati dengan cara berjalan dan mainkan airnya seperti masa kecil dulu. Lalu kami menuju goa yang terletak di dasar kawah sebelah barat. Enggak lama disini karena aroma belerang yang pekat. Kembali kami bermain air sambil berjalan ke arah kami turun tadi. Karena 6 teman menunggu diatas kami segera keatas dan lanjut lagi turun ke tenda yang kami tinggalkan di R-28. Dan memasak untuk makan siang. Saat kami turun hampir sampai ke tenda kami berpapasan dengan 4 teman yang ngecamp di R-25.
Di R-28 kami makan, minum kopi dan istirahat cukup lama. Lalu berkemas dan turun sekitar jam 4 sore. Bahkan kami turun bersama kembali dengan 4 teman yang ternyata hanya sebentar di puncak tanpa masuk ke kawah. Di R-25 mereka istirahat dan mau masak. Karena kami telah makan dan cukup istirahat kami pamit untuk lebih dulu kembali ke posko. Mereka menyilahkan kami duluan turun.
Dalam perjalanan turun kami kemalaman lagi. Sementara senter ada yang semakin redup. Beberapa teman ada juga yang tidak membawa senter. Singkat cerita, sekitar jam 19:06 kami sampai di sungai dan membersihkan kaki, sandal dan sepatu ala kadarnya. Dan sampai di pos sekitar jam 20:15. Cari warung untuk minum dan makan kue / roti seadanya. Setelah puas puas kami lanjut pulang. Ada yang ke Padang, namanya Fadli, ada yang ke tempat kost di Kubang Putih, dan paling banyak ke Maninjau.
Perpisahan dimalam hari, begitulah akhir ceritanya.